Senin, 27 Mei 2013

Kualitas tak semahal Review bagus Part II

26 Desember 2012,

Saya bongkar isi duss undangan tersebut karena 25 desember saya sibuk dengan natalan bersama keluarga dan menghitung jumlah yang ada dengan jumlah yang sudah diberikan ke keluarga dan betapa kagetnya saya mendapati jumlah yang dikirim hanya 610 undangan sajah padahal yang saya pesan dan saya bayar adalah 650 undangan.. Ooooh lalu kemana yang 50 undangan??? saya baca ulang sms dari Mul dan benar dia bilang yang dikirim 610 undangan.

Beginilah email kekesalan saya :


dan begini balasannya :



Yaaaa cukup tau ajah sih.. ternyata memang tidak semua yang memiliki review bagus itu memiliki kualitas yang bagus juga atau mungkin saya yang lagi apes pes pes pes...
Hanya Tuhan yang tau jawabannya :)

So, para capeng... berhati-hatilah dalam memilih vendor pernikahan.. Jangan segan-segan untuk marah-marah karena belum tentu kemarahan kita didengar dan ditanggapioleh mereka..!!!

FYI :
1. Vendor ini pernah masuk salah satu majalah entrepreneur (woooooooooooow.. yaaah!!)
 2. Kualitas dari undangan juga tidak seperti harapan.. Kertasnya sangat biasa sekali bukan memakai kertas-kertas undangan biasa dipakai, melainkan lebih tipis.


Kualitas tak semahal Review bagus Part I

"Kualitas tak semahal Review bagus" bgitulah judul yang sangat pantas bagi vendor kartu undangan pernikahan saya beberapa waktu lalu.

Berawal dari pencarian desain model kartu undangan untuk pernikahan. Saya survey sudah jauh-jauh hari karena saya menginginkan undangan tidak mepet dengan hari "H". 
Yang saya lakukan yaitu mencari-cari review dengan mengandalkan keampuhan dari mbah google. Saya pun mendapat banyak review postif untuk pesan kartu undangan di pasar tebet. Ketika di survey, bagus-bagus sih tapi entah kenapa kurang sreg di hati. Hingga akhirnya saya menemukan sebuah vendor di salah satu fans pages atau friends di facebook. Sebut saja merk vendor tersebut "undangan pernikahan" atau "kia grafika" (bukan fb). Setelah membaca-baca reviewnya. Terlihat sangat bagus dan "mungkin" profesional. Hingga add as friendsnya itu full dan saya hanya berkomunikasi via inbox untuk mencari tau lokasi keberadaannya. Lokasi mereka berada di Jati Asih Bekasi.

Awal percakapan via sms pun ditanggapi sangat ramah. Saya dan waktu itu bersama calon datang menghampiri lokasi. Karena tempatnya terpencil, kami pun janjian di depan SPBU Pertamina. Ketika kami menunggu, datanglah seorang pria berjenggot panjang dengan celana ngatung naik motor dan kami pun dibawa ke rumahnya. Setibanya di lokasi yang jauh dari bagus yaitu hanya kontrakan type 21 dengan penuh sesak kertas-kertas bertaburan, saya hanya tertegun dan bicara dalam hati "oooh industri rumahan toh, tp baguslah kalau usahanya mendapat review positif". Percakapan dan kerjasama pun terjadi saat itu juga karena dia memiliki desain yang saya inginkan. Bukan berarti di tebet tidak bisa membuatnya tapi prinsip saya harus ada contohnya dahulu baru saya pilih sebagai vendor kartu undangan. Adapun Undangan yang saya kehendaki yaitu undangan type top-up, dimana saat dibuka photo saya dan calon suami berdiri mengikuti kertas. Dan saat itulah saya melakukan pembayaran 50% sebagai DP. Permintaan saya simple yang disanggupinya yaitu saya minta undangan jadi maksimal akhir november 2012 dan dia pun menyanggupi untuk mengetik nama-nama tamu undangan dengan tentunya itu sudah dalam pembayaran. (Fyi : saya berkunjung agustus 2012)

Seusai kesepakatan, desain akan dikirim ke saya maksimal 2 minggu setelah kunjungan saya pada hari itu. Namun apa yang terjadi, hampir 1 bulan berselang tak kunjung dikirim juga. Dihubungi lewat email, inbox fb, telepon dan sms tidak pernah di respon satupun juga. Hingga kekesalan pertama saya memuncak, saya dan calon suami mendatangi jati asih lagi. Dan perku diketahui, rumah saya di cilincing jadi kiranya bisa dibayangkan betapa jaohnya perjalan kami kesana naik motor karena jikalau naik mobil kami tak sanggup menghadapi kemacetannya dan tidak bisa sampai rumahnya karena lokasi terpencil masuk-masuk dalam gang sempit. Setibanya disana, dia senyum-senyum tak berdosa dan hanya berkata, "maap mba.. Pesenan banyak banget.. Janji deh 2hari lagi". Okeh fine.. Kami pun pulang menunggu 2 hari lagi.

Janjinya kali ini ditepati2 hari kemudian dikirimlah desainyanya. Saya revisi dan fix benar kira-kira butuh waktu hampir 1 minggu karena dia tidak langsung mereply revisi saya, padahal begitu email dia datang saya langsung buru-buru edit supaya mengerti maksud saya. Di email tersebut dia masih menyanggupi untuk diselesaikan akhir november 2012 hingga akhirnya waktu yang dijanjikannya itu mundur dari hari ke hari berganti minggu ke minggu. Saya pun harus kesal dan marah-marah sendiri karena vendor yang saya pakai sangat amat tidak PROFESIONAL. Selain mundur jauh dari waktu yang dijanjikan, dia tidak pernah merespon setiap telpon atau sms ataupun email. Saya tak mengerti apa maksudnya!! Sungguh tidak mengerti!! Dia tidak berusaha menenangkan customer yang naik pitam karena ulahnya sendiri tapi malah menambah kemarahan saya dengan tingkah lakunya.

Waktu pernikahan semakin dekat. Saat itu tekana dari keluarga khususnya orang tua yang bertanya "mana undangannya?" , "kapan jadinya" semakin membuat saya emosi tingkat dewa. Desember pertengahan si "Mulyadi" (nama pemilik) mengirim email dan lagi-lagi berjanji akan menyelesaikan segera dan akan mengirim paket undangan tanggal 22 Desember 2012. Namun, di ingkar!! 22 desember dia tidak datang untun antar undangan. Sekian ribu telepon saya dibalas "maap mba kebanjiran besok saya antar". Oh okay, saat itu memang sedang hujan dan banjir, saya toleransi walaupun saya juga sangat desperado akibat tekanan orang tua yang selalu bertanya. ORTU wajar untuk bertanya karena pada tanggal 25 Desember 2012 Ayah akan ke Jogja dengan membawa undangan untuk dibagikan ke sanak saudara di kampung. Yaa tibalah tanggal 23 Desember 2013, masih juga dia ingkar janji. Saat itu juga saya ULTIMATUM "pokoknya besok harus sampai sebelum jam 1 karena saya mau Gereja". Tapi apa yang terjadi saudara-saudara saya mau marah, nangis semua campur aduk.. Ya Tuhan... saya mau malam Natal kenapa emosi ini tidak terbendung??? Sumpah yah ni kepala mo pecah gara-gara orang berjenggot satu itu.. 24 Desember 2012 dia janjinya datang pagi tapi apa yang terjadi, jam 14.00 dia tak kunjung datang dan tak kunjung dapat dihubungi. Siang itu kakak saya hingga telpon ke nomor si Mulyadi dengan no HP nya karena semua nomor saya tidak ada yang di respon. And U Know Whaaat??? Diangkat ajah gt boooow!!! awalnya kakak saya tanya undangan lalu setelah kakak saya bertanya mencari "Mulyadi" dia langsung mengalihkan jawaban kalau Mulyadi tidak ada karena mungkin dia sudah tau kalau itu saya. Akhirnya kakak saya hanya titip pesan "tolong segera kirim itu undangan saat ini juga!!!"

Pukul 15.00 WIB
Mulyadi sms dan bilang sudah dikirim undangannya.. Agak sedikit tenang sih.. toh jalanan pada hari itu juga sepi jd ga mungkin macet jika lewat tol. Paling lambat 1 jam sajah dari Jati Asih tiba di Cilincing. Lagi dan lagi tak kunjung datang... Streeeeeeeeeesss liatin jam yang terus berjalan.. Malam ini saya mau gereja, rumah akan kosong karena semua pergi gereja. Tak ada 1 pun komunikasi yang di respon T_T

Pukul 18.00 WIB
Saya memutuskan ke Salon untuk creambath karena kepala ini pusiiiing tidak karuan, beneran mau pecah berkeping-keping nunggu undangan datang!!!

Pukul 18.30 WIB
Saya dapat kabar undangan tiba.. Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah... Cukup lega lah saya!!
Thanks God.. pertolonganmu tepat pada waktunya

Pukul 19.00 WIB
Pulanglah saya kerumah melihat 2 Box besar berisi undangan.. Ketika dibuka, eng...ing..eng...
mana daftar nama-nama tamu??? baru buka sebagian kerdus dan hanya sebagian pula dari 600 daftar nama yang diketik sama dirinya!! dan dengan "SANGAT BAIK" dia memberikan Label T&J no 103 "KOSONG"!!!

Pukul 19.30 WIB
Karena tidak keburu waktu untuk periksa, saya tinggalkan sejenak undangan tersebut dan saya berserta calon suami dan keluarga Saya pergi gereja untuk merayakan Malam Natal 2012.


*** to be continue ***